Riyanto Sofyan dilahirkan di Jakarta pada 26 Juni 1958. Ia memperoleh gelar Bachelor of Science in Electrical Engineering (B.S.E.E) dengan bidang keahlian komputer pada University of Miami, Coral Gables, Florida, Amerika Serikat pada 1980. Sesuai dengan bidang tersebut, Riyanto pun mengawali karier di sebuah perusahaan peralatan digital dan elektronik, yaitu di Olson Electronic Inc., Miami,AS. Di tengah awal kariernya di Miami, AS, ayahandanya memanggilnya pulang ke Jakarta. Berhubung pada masa tersebut Sarjana Teknik Komputer yang menguasai hardware sangat langka di Indonesia, dengan mudahnya Riyanto mendapat pekerjaan di perusahaan komputer ICL, buatan Inggris, lalu ditarik ke PT Daya ASL. Perusahaan tersebut merupakan pemegang agen tunggal komputer buatan Amerika, Digital, yang terkenal dengan PDP 11 dan Vax VMS-nya, dan mempunyai kantor perwakilan di Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Hong Kong, pada kurun waktu 1980-1981.
Riyanto ditempatkan di Kuala lumpur untuk menangani sejumlah proyek besar. Ketika ia tengah menikmati karier di bidang computer engineering, Riyanto sekali lagi dipanggil pulang oleh sang ayah, dan mendapatkan “tawaran yang tidak boleh ditolak” dari ayahandanya, Drs Sofyan Ponda untuk menangani bisnis keluarga di bidang hotel dan properti. Ia pun sejak 1981 bergabung di PT Menteng Sarana Wisata dan selanjutnya PT Djambak Mas sejak 1984.
Karena memang belum memahami seluk beluk bisnis perhotelan, pada awal kariernya di bisnis perhotelan, di tahun1981 tersebut, Riyanto memulai tugasnya dengan program magang pada seluruh jabatan yang ada pada hotel, mulai dari toilet attendant (petugas pembersih toilet), dish washer (pencuci piring), houseman (petugas pembersih), waiter (pelayan restoran), bell boy (petugas pembawa koper tamu), receptionist (petugas penerima tamu) dan juga pada seluruh jabatan pelaksana tersebut selama masing-masing 2 minggu, dengan mengikuti, shift atau waktu kerja yang berlaku di hotel, selama sekitar 8 bulan.
Jabatan pimpinan pertama, setelah sekitar 9 bulan bertugas di hotel, adalah chief engineer di Engineering Department, kemudian front office supervisor, lalu executive assistant manager yang membawahi Room Division, juga termasuk chief accountant, dengan dibekali pendidikan tambahan dari Lembaga Pendidikan Manajemen dan Ekonomi Universitas Indonesia. Kemudian pada 1982 ia mengikuti pendidikan tambahan Management Development Program for Top Executives in Hospitality Industry yang diselenggarakan oleh L’Ecole Hotelier, Laussane, Switzerland bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Setahun berikutnya dia mengikuti program yang sama, namun kali ini diselenggarakan oleh PHRI yang bekerja sama dengan University of Massachusetts, Massachusetts, AS.
Setelah 7 tahun diamanahi sebagai supervisor dan pimpinan beberapa department yang ada pada operasional hotel, dengan bekal pendidikan tambahan tersebut barulah pada tahun 1987 Riyanto mendapat amanah sebagai salah satu Direktur di PT Djambak Mas, perusahaan pemilik Cikini Sofyan Hotel.
Pada 1989 ia bersama ayahnya mendirikan PT Sofyan Hotels dan menjabat sebagai Direktur Utama dan sekaligus membawa perusahaan tersebut go public pada April 1989, dengan oversubscribe sebanyak 300 %.
Riyanto juga mendalami bidang manajemen dengan mengambil pendidikan Master of Business Administration (MBA) pada European University, Belgia yang melaksanakan Twinning Program dengan Indonesian European University, di Jakarta pada 1990.
Selanjutnya, pada 1992 ia mendirikan PT Arva Paramaniaga dan PT Sofyan Reksagraha, perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan manajemen properti. Ia pun menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaan tersebut hingga saat ini. Selanjutnya pada 1994 ia melepaskan jabatan eksekutifnya di PT Sofyan Hotels Tbk. untuk menjadi Komisaris Utama hingga sekarang.
Riyanto juga aktif sebagai pengurus pada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sejak 1986. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Sertifikasi & SDM., Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI. Ia pun aktif sebagai Pengurus Pusat pada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sejak tahun 2005 dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Departemen. Pengembangan Bisnis, Perdagangan, & Kewirausahaan Syariah. Ia juga aktif sebagai bendahara pada Pengurus Pusat Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) sebuah badan di bawah Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2003.
Ia juga pernah aktif sebagai pengurus pada Forum Pengusaha Muda Muhammadiyah dan Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI).
Bersama Henny, wanita yang dinikahinya pada tahun 1983, yang sekarang aktif pada Madina Islamic School, selaku Wakil Direktur, Riyanto memiliki empat orang anak: Henry yang telah meraih profesi dokter di tahun 2008 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang sekarang sedang mengambil Spesialis Saraf, sebagai Dokter Residen Neurologi, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Harish sedang mengambil jurusan Computer Engineering, Universitas Pelita Harapan, Hasya kelas XII SMAN 8 Jakarta, dan Haekal kelas IX Madina Islamic School.