Harlequin Koleksi Istimewa: Kekasih Sang Musuh

Harlequin Koleksi Istimewa: Kekasih Sang Musuh

Author: Sarah Morgan

Category: Amore

Stefan Ziakas mungkin adalah musuh bisnis ayah Selene Antaxos yang paling berbahaya, tapi dia satu-satunya orang yang dapat menyelamatkan Selene. Jadi demi mendapatkan kehidupan baru yang bebas, ia mendatangi Stefan meminta pertolongan.

Stefan dalam ingatan Selene adalah sosok kesatria yang mampu membuatnya merasa cantik. Tapi setelah semua hari-hari indah yang mereka lalui berdua di keindahan Yunani yang manis, ia mulai tak yakin apakah perasaan mereka nyata atau tipu daya dan pengkhianatan semata.

Sampai akhirnya Selene tersadar, mungkin satu-satunya jalan keluar yang tersisa adalah menjual hatinya pada sang musuh!

No. GM :
0
ISBN :
978-602-03-2321-3
Price :
Rp 40,000
Total Pages :
0 pages
Size :
11 x 18
Published :
19 November 2015
Format :
Softcover
Category :
Amore
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Sarah Morgan

Sarah lahir di Wiltshire dan mulai menulis ketika berusia delapan tahun. Karyanya saat itu berupa biografi hamster peliharaanya. Pada usia 18 tahun, dia pergi ke London untuk mengikuti pelatihan sebagai suster di salah satu rumah sakit di London dan dia mendeskripsikan saat itu sebagai masa-masa yang penuh kebahagiaan! Dia mengaku paling suka bagian UGD, karena merasa pekerjaan di sana sangat menantang dan menyenangkan. Saat ini, ketertarikan Sarah telah berganti dari hamster ke pria, dan dia mulai menulis fiksi romantis. Naskah lengkap pertamanya, ditulis setelah kelahiran anak pertamanya, ditolak oleh Mills and Boon, tapi mendapat komentar sangat positif. Jadi, Sarah mencoba lagi dan setelah tiga kali mencoba dia akhirnya berhasil. Naskahnya yang berjudul Worth The Risk diterima tanpa perubahan. Dia mendeskripsikan surat penerimaan itu sebagai hal terbaik dalam hidupnya setelah bertemu suami dan melahirkan kedua anaknya. Sarah masih bekerja paruh waktu di bidang yang berhubungan dengan kesehatan dan menghabiskan sisa waktunya bersama keluarga serta berusaha menyelipkan kegiatan menulis kapan pun dia bisa.