Jejak Sujud Pengelana

Jejak Sujud Pengelana

Author: The Tiny Travellers

Category: Reference & Dictionary

Di tempat ini kami bersimpuh melantunkan doa dan puja Bersujud dalam syukur, bertafakur Mendaras ayat-ayat indah-Mu, mengirimnya tinggi menembus langit biru

Sudah memasukkan masjid ke dalam destinasi pengisi akhir pekan atau liburan bersama keluarga? Alih-alih “agenda rutin” ke taman hiburan dan pertokoan, ayo datangi masjid. Hilangkan kesan serius dan tegang; ganti dengan kenangan serbahangat menyenangkan. Pupuk rasa cinta masjid di benak anak-anak kita. Karena sesungguhnya, masjid lebih daripada sekadar bangunan tempat bersujud. Banyak kisah, sejarah, rekaman budaya, dan arsitektur menakjubkan yang melekat padanya.

Bawalah buku yang memuat kecantikan 14 masjid Nusantara ini berkelana dan temukan masjid favorit Anda bersama orang-orang tercinta.

Peluklah anak-anak kita, teteskan air mata cinta di ubun-ubun mereka. Ajarkan kepada mereka tentang berlembut hati kepada sesama. Dan hangatkan hati mereka dengan kasih sayang Sang Pencipta.

No. GM :
616217011
ISBN :
978-602-03-3078-5
Price :
Rp 55,000
Total Pages :
80 pages
Size :
15x23cm
Published :
07 June 2016
Format :
Softcover
Category :
Reference & Dictionary
Tags
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
The Tiny Travellers

The Tiny Travellers lahir berkat keinginan untuk “mengawinkan” hobi suami penyuka fotografi dan istri yang gemar merangkai kata. Awalnya, page The Tiny Travellers dimaksudkan sebagai semacam diary untuk mendokumentasikan petualangan dua bocah cilik mereka, tiap kali keluarga kecil ini berkesempatan menjelajah berbagai negeri. Setelah kembali menetap di Indonesia sejak 2014, mereka memilih fokus untuk memperkenalkan keindahan Zamrud Khatulistiwa kepada kedua buah hati.

Irene Dyah Respati sudah nomadik sejak lulus SMA. Setelah menamatkan kuliahnya di Jepang, Irene (dibaca Airin) sempat berkarier di Tokyo dan Jakarta. Demi mengikuti suami yang tinggal berpindah sesuai penugasan, akhirnya Irene beralih profesi menjadi ibu rumah tangga purna waktu. Sebagai penulis, Irene telah menerbitkan beberapa novel. Juga banyak menulis artikel parenting, perspektif budaya atau gaya hidup, serta liputan perjalanan untuk majalah-majalah terkemuka. Selain itu, dia memiliki beragam kegiatan dadakan, di antaranya sebagai penerjemah bahasa Jepang, writing coach, atau penari.

Mulai menulis novel sejak 2014, saat ini Irene sudah menerbitkan 7 karya. Di antaranya adalah Wheels and Heels serta Meniti Cahaya (2015), Complicated Thing Called Love, Love in Marrakech, Love in Blue City (2016). Dia berharap suatu saat novelnya difilmkan agar sang suami yang maniak film bisa menikmatinya.

Budi Nur Mukmin, seorang karyawan swasta yang beruntung memiliki kesempatan menyambangi banyak tempat di dunia. Awalnya, Budi hanya mengabadikan perjalanan keluarga dengan tujuan dokumentasi, menggunakan kamera saku dan kamera praktis. Semua berubah ketika dia dan keluarga menetap sementara di Tokyo. Keindahan 4 musim negeri Sakura menantangnya untuk menghasilkan foto yang lebih berkualitas dan dapat menyampaikan kisah. Bermodal rasa ingin tahu, Budi membeli kamera dan lensa second hand, belajar autodidak dari internet, benar-benar mempraktikkan teknik learning by doing.

Akhirnya, bermodal dua kamera DSLR yang tidak pernah dia tinggalkan, kecintaan kepada traveling dan fotografi menjadi awal dari banyak pengalaman baru. Kegigihan Budi lambat laun berbuah manis. Dia dua kali menjuarai kompetisi fotografi tingkat internasional.

Menikahi seorang penulis belum cukup untuk membuat Budi menjadi penikmat buku. Karena itu, menulis buku adalah hal yang belum pernah dia pertimbangkan sebelumnya. Namun, merangkul para pencinta buku melalui foto-foto hasil karyanya, adalah sebuah
motivasi yang tidak bisa dia kesampingkan.

Kegiatan favorit Budi pada waktu senggang adalah hunting foto, nonton film dan pertandingan bola.

Books by The Tiny Travellers