Cahaya di Tirai Sakura (Cetak Ulang Cover Baru)
Author: Riza Perdana Kusuma
Category: Self-Improvement
Penugasan Riza di Nagoya, Jepang, oleh perusahaan penerbangan tempatnya bekerja, membuatnya merasakan bagaimana hidup di negara lain. Tak hanya strategi untuk mengembangkan bisnis, usaha menjalani budaya Jepang yang berbeda dengan budayanya—Indonesia, Jawa, dan muslim—juga menjadi tantangan baginya. “Culture shock” yang ia alami—mulai dari cara orang Jepang menghargai waktu, kebiasaan mereka minum sake, mahalnya harga barang-barang di sana, hingga harakiri yang terjadi pada kolega dekatnya—memberi makna dan ilmu tersendiri bagi hidupnya. Ia percaya, dengan hati yang ikhlas, perbedaan dua budaya itu bisa dijalani tanpa menanggalkan prinsip yang tertanam dalam dirinya sejak kecil.
Selalu menyenangkan berbicara dengan Riza dan senang sekali bahwa inspirasi-inspirasi nyata yang biasa saya dengar kini dibukukan. —Yoris Sebastian Pendiri OMG Consulting & Penulis Buku 101 Creative Notes
Modal utama kesuksesan seseorang adalah keberanian. Dalam buku ini terlihat jelas bagaimana keberanian bertransformasi menjadi hasil yang maksimal, apalagi sukses di negara orang yang berbeda kultur dan budaya. —Erwin Parengkuan Founder and Managing Director Talk Inc
He’s a good storyteller, and the future belongs to the storyteller, membaca buku ini membuat kita belajar lagi tentang hidup. —Becky Tumewu Presenter & Co Founder Talk Inc
Buku ini memuat beragam nilai baik dari sisi cross culture management, managerial, dan eksplorasi kreativitas yang bisa dipelajari. —Prof. Rhenald Kasali Guru Besar FEUI, Founder Rumah Perubahan
Buku ini berhasil menggambarkan wajah masyarakat Jepang yang sering kali dilewatkan oleh penyimak orang Jepang. Saya sebagai teman seperjuangan untuk mempererat hubungan budaya kedua negara menganjurkan Anda membaca buku ini sebelum berangkat ke Jepang. —Prof. Dr. Mikihiro Moriyama Nanzan University, Nagoya
Kehadiran buku ini bisa menjadi referensi yang sangat penting karena menyajikan nilai- nilai yang dimiliki oleh bangsa Jepang—daily life dan business ethics. Buku ini diharapkan mampu memperkuat ikatan benang merah Indonesia-Jepang ke depannya. —Rachmat Gobel Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ)
Gaya Riza bercerita dalam buku ini membuat saya tidak sabar untuk segera kembali ke Jepang! —Tompi Singer & Song Writer