Karisma Ayahku: Biografi Drs. H. Sutan Zairin Kasim
Author: Jose Rizal
Category: Biography
Sutan Zairin Kasim adalah putra Minang yang berhasil mengembangkan usahanya melampaui Sumatra Barat. Perusahaannya kini telah memasuki generasi ketiga dan masih tetap berjaya. Ini semua tak lepas dari keteladanan sang ayah yang merasuk dalam jiwa keluarga dan bisnisnya.
Buku ini merupakan pemaparan jujur seorang anak mengenai ayah yang disegani oleh banyak orang. Berawal dari merantau berdua, membuka toko sederhana, hingga kini telah memiliki bisnis otomotif yang dipercaya berbagai kalangan, banyak pelajaran yang bisa dipetik. Dibalut dengan nuansa Minang, potret berbisnis ini patut menjadi teladan bagi siapa pun yang membacanya, terutama mereka yang berminat membangun usaha.
Menurut saya, sebagai seorang pengusaha, Pak Zairin memiliki karakter yang baik. Artinya ia adalah seorang yang tekun, sabar, dan pekerja keras, apa pun tingkat bisnis yang dijalankannya. Itulah yang menurut saya membawa PT Sutan Kasim dari waktu ke waktu semakin besar. — Dr. Fahmi Idris, S.E., M.H. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2004–2005), Menteri Perindustrian (2005–2009)
Saya berharap Zairin adalah success story seorang pengusaha Minang yang menjadi acuan bagi kawula muda Minangkabau. Generasi muda patut belajar dari beliau, bagaimana memegang komitmen dan membangun kepercayaan. Saya harap buku ini mampu memberikan inspirasi dan memotivasi pembaca bahwa dalam kehidupan ini, kesuksesan akan diperoleh dengan kesungguhan, doa, dan rida orangtua. —Abdul Latief Menteri Tenaga Kerja (1993–1998), Menteri Pariwisata Seni dan Budaya (1998)
Karena tekadnya yang bulat dan spiritnya yang luar biasa, Zairin berhasil menjadi pengusaha otomotif yang sukses dan berhasil membangun bisnis multiusaha, tak hanya di Sumbar, tapi hingga ke sejumlah provinsi tetangga. Saya bangga Zairin bisa berkarya lewat kerja kerasnya dan berharap para pengusaha muda di Sumbar dapat meneladani dan mengikuti jejak keberhasilannya. —Letjen (Purn.) Ir. H. Azwar Anas , S.H., M.M. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (1993–1998), Menteri Perhubungan (1988–1993), Gubernur Sumatra Barat (1977–1987)
Tak ada kata tak mungkin dalam mewujudkan mimpi besar, asalkan ada kemauan yang kuat, daya juang yang tinggi, dan perencanaan atau target jangka pendek, menengah, dan panjang. Satu lagi, kata Abak, modal yang tak boleh diabaikan adalah kejujuran. Aku tanamkan benar nasihatnya dalam pikiran dan hatiku.
Ada ungkapan orang Minang yang selalu diingatkan Abak kepadaku, “Indak ado rotan aka pun jadi, indak ado kayu janjang dikapiang (tidak ada akar rotan pun jadi).” Dalam bisnis, nasihat ini mempunyai arti bahwa dalam merintis karier ataupun bisnis, kita tidak boleh patah arang dan harus pandai-pandai mencari peluang bisnis untuk melanjutkan usaha. Ini membuatku tersulut akan semangat yang ditularkan Abak. Semangat itu tak boleh padam walau diguncang “badai” sekalipun.