Filsafat Kebudayaan Politik (2026)
Author: Franz Magnis-Suseno
Category: Philosophy, Social Sciences
Apa makna hidup bagi manusia-manusia yang makin terasing? Bagaimana menemukan kebenaran dan pegangan di era Post-Truth? Apakah perkembangan kecerdasan buatan mencerahkan, menumpulkan kreativitas manusia, atau merelatifkan norma-norma etika? Mengapa tujuan tidak menghalalkan cara? Bagaimana kita menelanjangi topeng-topeng ketidakadilan di sekitar kita?
Pertanyaan-pertanyaan itu terus kita gulati; dan alih-alih mencari jalan keluar dengan cara-cara yang praktis, kita perlu membedahnya dengan nalar kritis. Itulah yang Franz Magnis-Suseno lakukan dalam buku ini, ketika ia merefleksikan secara tajam keprihatinan dan tantangan pada zamannya.
Melalui buku ini, kita akan lebih mengerti mengapa ia pernah mengatakan bahwa filsafat itu menggonggong, mengganggu, dan menggigit. Dengan lantang dan berani, ia mengemukakan analisisnya, dan dalam arti itu ia mengganggu berbagai bentuk kemapanan. Ia sungguh “menggigit” kalau rumus-rumus luhur dipakai untuk menyelubungi ketidakadilan. Kendati demikian, dalam buku ini ia tidak pertama-tama menawarkan jawaban, tetapi merangsang pembaca untuk memikirkan sendiri masalah-masalah yang kita hadapi. Dan, memang, buku ini terutama dimaksudkan bagi mereka yang mau berpikir sendiri lebih lanjut.