Filsafat Kebudayaan Politik (2026)

Filsafat Kebudayaan Politik (2026)

Author: Franz Magnis-Suseno

Category: Philosophy, Social Sciences

Apa makna hidup bagi manusia-manusia yang makin terasing? Bagaimana menemukan kebenaran dan pegangan di era Post-Truth? Apakah perkembangan kecerdasan buatan mencerahkan, menumpulkan kreativitas manusia, atau merelatifkan norma-norma etika? Mengapa tujuan tidak menghalalkan cara? Bagaimana kita menelanjangi topeng-topeng ketidakadilan di sekitar kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus kita gulati; dan alih-alih mencari jalan keluar dengan cara-cara yang praktis, kita perlu membedahnya dengan nalar kritis. Itulah yang Franz Magnis-Suseno lakukan dalam buku ini, ketika ia merefleksikan secara tajam keprihatinan dan tantangan pada zamannya.

Melalui buku ini, kita akan lebih mengerti mengapa ia pernah mengatakan bahwa filsafat itu menggonggong, mengganggu, dan menggigit. Dengan lantang dan berani, ia mengemukakan analisisnya, dan dalam arti itu ia mengganggu berbagai bentuk kemapanan. Ia sungguh “menggigit” kalau rumus-rumus luhur dipakai untuk menyelubungi ketidakadilan. Kendati demikian, dalam buku ini ia tidak pertama-tama menawarkan jawaban, tetapi merangsang pembaca untuk memikirkan sendiri masalah-masalah yang kita hadapi. Dan, memang, buku ini terutama dimaksudkan bagi mereka yang mau berpikir sendiri lebih lanjut.

No. GM :
626222013
ISBN :
978-602-06-8832-9
Price :
Rp 99,000
Total Pages :
310 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
20 May 2026
Format :
Soft Cover
Category :
Philosophy , Social Sciences
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Franz Magnis-Suseno

Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ adalah rohaniwan yang lahir tahun 1936 di Eckersdorf, Jerman, dan sejak 1961 hidup di Indonesia. Dia adalah guru besar filsafat sosial pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta dan guru besar luar biasa Falkutas Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dosen tamu pada Geschwister-Scholl-Institut Universitas Munchen, pada Hochschule fur Philosophie, Muchen, dan pada Falkutas Teologi Universitas di Innsbruck. Ia belajar Filsafat, Teologi dan Teori Politik di Pullach, Yogyakarta dan Muchen. Pada tahun 1973 ia memperoleh gelar Doktor dalam ilmu filsafat dari Universitas Munchen dengan sebuah disertasi tentang Normative Voraussetzungen im Denken des jungen Mwrx (1843-1848) (1975, Alber)