Wayang dan Panggilan Manusia (2026)

Wayang dan Panggilan Manusia (2026)

Author: Franz Magnis-Suseno

Category: Philosophy, Social Sciences

Dalam wayang, kita bisa becermin tentang kehidupan dan kelakuan kita. Moral wayang merupakan moral yang konkret, dan karena itu bersifat kompleks; tidak simplistis, tidak serta-merta mengecap hitam-putih, baik-buruk, benar-salah. Moral wayang memberi kita pengertian tentang keleluasaan permasalahan, ambiguitas, dan kompleksitas hidup, serta menunjukkan problematika eksistensi dan membuka realitas secara lebih mendalam. Karena itulah, wayang begitu dekat dengan hidup kita.

Dalam buku ini, Franz Magnis-Suseno merefleksikan secara jernih dan lugas hidup manusia yang tersirat dalam wayang. Apa kita dapat seenaknya membagi manusia ke dalam mereka yang baik dan mereka yang buruk? Apakah kita sendiri termasuk Pandawa atau Kurawa, ataukah keduanya ada dalam diri kita?

Kemudian, refleksi atas Semar membawa kita ke masalah etika sosial: raja dan kesatria bersama seluruh keluhurannya ternyata tak berarti apa-apa tanpa rakyat kecil. Dengan demikian, tak ada dasar lagi bagi mentalitas pengayuh sepeda: bungkuk ke atas, tendang ke bawah. Di sini, pencarian kekuasaan atau kesaktian diletakkan dalam proporsinya.

Dan, akhirnya, digugatlah etika harmoni atau keselarasan dengan adagium, “Rukun tidak rukun asal adil”.

No. GM :
626222008
ISBN :
978-602-06-8790-2
Price :
Rp 69,000
Total Pages :
118 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
20 May 2026
Format :
Soft Cover
Category :
Philosophy , Social Sciences
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Franz Magnis-Suseno

Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ adalah rohaniwan yang lahir tahun 1936 di Eckersdorf, Jerman, dan sejak 1961 hidup di Indonesia. Dia adalah guru besar filsafat sosial pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta dan guru besar luar biasa Falkutas Pasca Sarjana Universitas Indonesia, dosen tamu pada Geschwister-Scholl-Institut Universitas Munchen, pada Hochschule fur Philosophie, Muchen, dan pada Falkutas Teologi Universitas di Innsbruck. Ia belajar Filsafat, Teologi dan Teori Politik di Pullach, Yogyakarta dan Muchen. Pada tahun 1973 ia memperoleh gelar Doktor dalam ilmu filsafat dari Universitas Munchen dengan sebuah disertasi tentang Normative Voraussetzungen im Denken des jungen Mwrx (1843-1848) (1975, Alber)