Jalan Raya Pos: Narasi Kehidupan dan Perjuangan Rakyat Indonesia

Jalan Raya Pos: Narasi Kehidupan dan Perjuangan Rakyat Indonesia

Author: Prof. Koh Young Hun

Category: Social Sciences

Jalan Raya Pos membentang sekitar seribu kilometer dari Anyer hingga Panarukan. Di sepanjang jalur itu, tersimpan jejak-jejak kehidupan bangsa Indonesia: kekuasaan kolonial, penderitaan dan perjuangan rakyat, kekayaan budaya di berbagai daerah, serta ingatan kolektif yang terus hidup dalam nurani masyarakat.

Dalam Jalan Raya Pos: Narasi Kehidupan dan Perjuangan Rakyat Indonesia, Koh Young Hun menelusuri jalan bersejarah itu sebagai bentangan narasi tentang kehidupan, keteguhan, dan perjuangan bangsa. Setiap tempat: kota, sungai, pelabuhan, candi, dan bangunan tua, serta perjumpaan dengan orang-orang dan cerita yang mereka wariskan menjadi ruang sejarah yang hidup.

Sebagai akademisi Korea yang telah lama mendalami sastra dan kebudayaan Indonesia, Koh Young Hun menghadirkan tuturan yang memikat sekaligus sarat permenungan. Buku ini mengajak kita menelusuri pernik-pernik sejarah Indonesia, menyelami perjuangan rakyat, dan memaknai warisan bangsa dengan kesadaran yang lebih mendalam.

No. GM :
626222030
ISBN :
978-602-06-9053-7
Price :
Rp 149,000
Total Pages :
352 pages
Size :
15 x 23 cm
Published :
23 September 2026
Format :
Soft Cover
Category :
Social Sciences
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Prof. Koh Young Hun

Prof. Koh Young Hun adalah staf pengajar di Dept. of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies(HUFS), Seoul, Korea; meraih gelar doktor (Ph.D) dalam bidang sastra Indonesia dari University of Malaya (1994), Kuala Lumpur, dengan tesis berjudul “Pemikiran Pramoedya Ananta Toer dalam Novel-Novel Mutakhirnya”; aktif meneliti mengenai sastra Indonesia; makalah-makalahnya antara lain, “Aspek Kesejarahan yang Tersirat dalam Arok Dedes” dan “Budaya Jawa dalam Beberapa Novel Pramoedya”.

Prof. Koh pernah mengajar bahasa Korea di Universitas Nasional, Jakarta (1988-1990), di Universiti Kebangsaan Malaysia (1991-1993). Pernah menjabat deputy chairman of Korea Association of Malay -Indonesian Studies (KAMIS), dan chairman of Pusat Budaya Indonesia, Seoul. Pada tahun 2007, beliau menerbitkan cerpen-cerpen Korea yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul Laut dan Kupu-Kupu.