dukaMu abadi (2026)

dukaMu abadi (2026)

Author: Sapardi Djoko Damono

Category: Poetry

hujan turun sepanjang jalan

hujan rinai waktu musim berdesik-desik pelan

kembali bernama sunyi

kita pandang: pohon-pohon di luar basah kembali

tak ada yang menolaknya. Kita pun mengerti, tiba-tiba

atas pesan yang rahasia

tatkala angin basah tak ada bermuat debu

tatkala tak ada yang merasa diburu-buru

Hujan Turun Sepanjang Jalan

Sapardi Djoko Damono

No. GM :
626174009
ISBN :
978-602-03-3951-1
Price :
Rp 89,000
Total Pages :
100 pages
Size :
13,5 x 20 cm
Published :
09 September 2026
Format :
Soft Cover
Category :
Poetry
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
Sapardi Djoko Damono

Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, 20 Maret 1940. Saat ini berprofesi sebagai guru besar pensiun Universitas Indonesia (sejak 2005) dan guru besar tetap pada Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta (2009). Ia mengajar & membimbing mahasiswa di Pascasarjana Universitas Indonesia, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, dan Institut Seni Indonesia Solo.

Buku puisinya antara lain Mata Pisau (1974), Akuarium (1974), Duka-Mu Abadi (1979), Perahu Kertas (1984), Sihir Hujan (1984), Hujan Bulan Juni (1994), Arloji (1998), Ayat-ayat Api (2000), Mata Jendela (2001), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro? (2002), Kolam (2009), Namaku Sita (2012), dan Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita (2012).

Buku fiksinya berjudul Pengarang Telah Mati (2001), Membunuh Orang Gila (2003), Sup Gibran, (2011), Pengarang Belum Mati (2011), Pengarang Tak Pernah Mati (2011), Pada Suatu Hari Nanti/Malam Wabah (2013), Jalan Lurus (2014), dan Arak-arakan (2014). Puisi dan esai beliau telah diterjemahkan ke dalam antara lain bahasa Inggris, Jerman. Prancis, Belanda, Arab, Jepang, China, Jawa, Bali, Italia, Portugis, Korea, Tagalog, Thai, Malayalam, Rusia, serta Urdu.

Hadiah dan penghargaan yang diraih oleh Sapardi antara lain Cultural Award (1978) dari Australian Cultural Council, Anugerah Puisi Putra (1983) dari Dewan Bahasa dan Sastra Malaysia, Hadiah Sastra (1984) dari Dewan Kesenian Jakarta, SEA-Write Award (1986) dari Thailand, Anugerah Seni (1990) dari Pemerintah RI, Kalyana Kretya (1996) dari Pemerintah RI, hadiah sebagai penerjemah terbaik untuk novel John Steinbeck, The Grapes of Wrath (1999) dari Yayasan Buku Utama, Satyalencana Kebudayaan (2002) dari Presiden RI, Khatulistiwa Literary Award (2004) untuk buku Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan, dan Penghargaan untuk Pencapaian Seumur Hidup dalam Sastra dan Pemikiran Budaya (2012) dari Akademi Jakarta.

Buku Sapardi yang terbit di Gramedia Pustaka Utama berjudul Hujan Bulan Juni edisi hard cover (2013), Bilang Begini, Maksudnya Begitu (2014), dan Trilogi Sukram (2015). Beliau bisa disapa di @SapardiDD.