Men Are from Mars, Women Are from Venus (Edisi 50 Tahun GPU)
Author: John Gray, Ph.D
Category: Self-Improvement, Lomba Ulasan Sewindu Bincang Buku
Dahulu kala, orang Mars berjumpa dengan orang Venus. Mereka jatuh cinta dan menjalin hubungan yang membahagiakan karena mereka saling menghormati dan menerima perbedaan-perbedaan mereka. Kemudian mereka tiba di Bumi dan mulai menderita amnesia. Mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berlainan.
Dengan kiasan ini sebagai ilustrasi pertengkaran yang umum terjadi antara pria dan wanita, Dr. John Gray menjelaskan alasan munculnya perbedaan antara kedua jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, ia memberi nasihat mengenai cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan emosional, dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan.
Men Are from Mars, Women Are from Venus merupakan sarana untuk mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dan lebih memuaskan.
Dengan kiasan ini sebagai ilustrasi pertengkaran yang umum terjadi antara pria dan wanita, Dr. John Gray menjelaskan munculnya perbedaan-perbedaan ini di antara ke-2 jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, ia memberi nasihat mengenai cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan-kebutuhan emosional dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan. Men Are from Mars, Women Are from Venus merupakan sarana untuk mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dan lebih memuaskan.
Ladies, pernah nggak kamu kesulitan memahami hati dan perasaan pria/mungkin kamu sering dibuat jengkel dengan pasanganmu yang sepertinya nggak pernah bisa menangkap semua kode dan hal-hal yang kamu utarakan? Disadari/tidak, cara pria dan wanita dalam berkomunikasi memang bisa sangat berbeda.
Men are from Mars, Women are from Venus, buku klasik ini bisa jadi peganganmu. Buku yang cetakan pertamanya di Indonesia terbit tahun 1995 ini punya banyak informasi menarik terkait cara pria dan wanita berkomunikasi. Dengan mengibaratkan kaum pria berasal dari Mars dan kaum wanita berasal dari Venus, buku ini memaparkan berbagai perbedaan dalam berkomunikasi di antara ke-2 kaum tersebut dan juga cara yang tepat untuk menjembatani semua perbedaan yang ada.
Terdiri dari 11 bab, Men are from Mars, Women are from Venus menjelaskan dengan detail soal perbedaan-perbedaan yang dimiliki pria dan wanita. Mulai dari sebutan untuk pria sebagai pemberes masalah dan wanita sebagai panitia perbaikan rumah, alasan kenapa saat ada masalah pria cenderung “masuk gua” dan wanita memilih untuk lebih banyak bicara, kebutuhan-kebutuhan emosional pria dan wanita, cara-cara efektif mencegah pertengkaran hingga tips-tips aplikatif untuk menjaga cinta tetap hidup.
Semua bab memberi banyak pengetahuan dan membuat wawasan kita terbuka. Seperti penjelasan soal pria yang diibaratkan seperti gelang karet sementara wanita seperti gelombang. Dari penjelasan itu, kita akan digiring untuk lebih memahami emosi pria dalam menjaga cintanya juga pastinya kita sebagai wanita akan kembali disadarkan soal pentingnya menjaga emosi yang naik dan turun ini tetap stabil.
Pria butuh penerimaan dan dorongan. Untuk menolong pria tumbuh, justru jangan berusaha untuk terlalu keras dan memaksanya berubah. Pria bisa marah besar saat kesalahannya membuat wanita marah karena ia sebenarnya takut tidak diampuni. Yang paling ditakutkan wanita dalam sebuah hubungan adalah perasaan sendirian dan kesepian. Kaum wanita takut menerima, pria takut memberi. Itulah beberapa pelajaran penting yang bisa didapat dari buku ini. Pastinya juga masih banyak penjelasan bermanfaat yang bisa jadi bekal kita untuk membangun komunikasi yang baik dalam sebuah hubungan. Termasuk juga cara untuk mengatasi pertengkaran hingga penjelasan soal bagaimana cinta itu sebenarnya musiman. Ada pula Teknik Menulis Surat Cinta yang bisa dijadikan solusi dalam mengatasi masalah pelik. Pokoknya wawasan kita akan terbuka lebar saat membaca buku ini.
Buat kamu yang saat ini sedang menjalin sebuah hubungan, buku ini bisa jadi panduan tepat untuk bisa memahami emosi dan perasaan pasangan. Buat yang masih single, buku ini pun bisa jadi bekal yang bermanfaat agar nantinya ketika menjalin sebuah hubungan tidak bingung lagi. Berbagai hal mendasar tentang komunikasi pria dan wanita bisa ditemukan di buku ini.
Men are from Mars, Women are from Venus, buku klasik ini isinya masih sangat aplikatif diterapkan dalam hubungan pasangan modern. Ada banyak hal mendasar yang perlu dipahami agar hubungan makhluk Mars dan Venus bisa berlangsung harmonis. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki pria dan wanita mungkin memang tak bisa diubah tapi selalu ada cara untuk bisa hidup bersama dengan penuh cinta.
Penulis: John Gray, Ph.D.
Alih bahasa: T. Hermaya
Editor: Tanti Lesmana
Desain sampul: Mila Hidajat
Cetakan ke-29, Februari 2018
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dahulu kala, orang Mars berjumpa dengan orang Venus. Mereka jatuh cinta dan menjalin hubungan yang membahagiakan karena mereka saling menghormati dan menerima perbedaan-perbedaan mereka. Kemudian mereka tiba di Bumi dan mulai menderita amnesia. Mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berlainan.
Dengan kiasan ini sebagai ilustrasi pertengkaran yang umum terjadi antara pria dan wanita, Dr. John Gray menjelaskan munculnya perbedaan-perbedaan ini di antara ke-2 jenis kelamin itu yang mengganggu terciptanya hubungan cinta yang saling melengkapi. Berdasarkan keberhasilannya memberi bimbingan selama bertahun-tahun terhadap pasangan suami istri dan perorangan, ia memberi nasihat mengenai cara mengatasi perbedaan dalam gaya berkomunikasi, kebutuhan-kebutuhan emosional dan perilaku untuk meningkatkan pemahaman yang lebih besar antara masing-masing pasangan.
Ladies, pernah nggak kamu kesulitan memahami hati dan perasaan pria/mungkin kamu sering dibuat jengkel dengan pasanganmu yang sepertinya nggak pernah bisa menangkap semua kode dan hal-hal yang kamu utarakan? Disadari/tidak, cara pria dan wanita dalam berkomunikasi memang bisa sangat berbeda. Men Are from Mars, Women Are from Venus merupakan sarana untuk mengembangkan hubungan yang lebih mendalam dan lebih memuaskan.
Men are from Mars, Women are from Venus, buku klasik yang satu ini bisa jadi peganganmu. Buku yang cetakan pertamanya di Indonesia terbit tahun 1995 ini punya banyak informasi menarik terkait cara pria dan wanita berkomunikasi. Dengan mengibaratkan kaum pria berasal dari Mars dan kaum wanita berasal dari Venus, buku ini memaparkan berbagai perbedaan dalam berkomunikasi di antara ke-2 kaum tersebut dan juga cara yang tepat untuk menjembatani semua perbedaan yang ada.
Terdiri dari 11 bab, Men are from Mars, Women are from Venus menjelaskan dengan detail soal perbedaan-perbedaan yang dimiliki pria dan wanita. Mulai dari sebutan untuk pria sebagai pemberes masalah dan wanita sebagai panitia perbaikan rumah, alasan kenapa saat ada masalah pria cenderung “masuk gua” dan wanita memilih untuk lebih banyak bicara, kebutuhan-kebutuhan emosional pria dan wanita, cara-cara efektif mencegah pertengkaran hingga tips-tips aplikatif untuk menjaga cinta tetap hidup.
Semua bab memberi banyak pengetahuan dan membuat wawasan kita terbuka. Seperti penjelasan soal pria yang diibaratkan seperti gelang karet sementara wanita seperti gelombang. Dari penjelasan itu, kita akan digiring untuk lebih memahami emosi pria dalam menjaga cintanya juga pastinya kita sebagai wanita akan kembali disadarkan soal pentingnya menjaga emosi yang naik dan turun ini tetap stabil.
Pria butuh penerimaan dan dorongan. Untuk menolong pria tumbuh, justru jangan berusaha untuk terlalu keras dan memaksanya berubah. Pria bisa marah besar saat kesalahannya membuat wanita marah karena ia sebenarnya takut tidak diampuni. Yang paling ditakutkan wanita dalam sebuah hubungan adalah perasaan sendirian dan kesepian. Kaum wanita takut menerima, pria takut memberi. Itulah beberapa pelajaran penting yang bisa didapat dari buku ini. Pastinya juga masih banyak penjelasan bermanfaat yang bisa jadi bekal kita untuk membangun komunikasi yang baik dalam sebuah hubungan. Termasuk juga cara untuk mengatasi pertengkaran hingga penjelasan soal bagaimana cinta itu sebenarnya musiman. Ada pula Teknik Menulis Surat Cinta yang bisa dijadikan solusi dalam mengatasi masalah pelik. Wah, pokoknya wawasan kita akan terbuka lebar saat membaca buku ini.
Buat kamu yang saat ini sedang menjalin sebuah hubungan, buku ini bisa jadi panduan tepat untuk bisa memahami emosi dan perasaan pasangan. Buat yang masih single, buku ini pun bisa jadi bekal yang bermanfaat agar nantinya ketika menjalin sebuah hubungan tidak kagok atau bingung lagi. Berbagai hal mendasar tentang komunikasi pria dan wanita bisa ditemukan di buku ini.
Men are from Mars, Women are from Venus, buku klasik ini isinya masih sangat aplikatif diterapkan dalam hubungan pasangan modern. Ada banyak hal mendasar yang perlu dipahami agar hubungan makhluk Mars dan Venus bisa berlangsung harmonis. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki pria dan wanita mungkin memang tak bisa diubah tapi selalu ada cara untuk bisa hidup bersama dengan penuh cinta.
Buku legendaris yang telah menjadi best seller internasional selama beberapa tahun terakhir, kini hadir dengan wajah baru yang lebih segar dalam rangka 50 tahun penerbit Gramedia Utama (yeeiyy, dirgahayu Gramedia group, semoga sukses selalu ◡̈). Buku ini telah memberikan manfaat bagi banyak pasangan yang ingin memahami satu sama lain. Sebenarnya bukan hanya untuk mengenali pasangan sih, buat aku pribadi buku ini membantu untuk memahami diriku sendiri.
Men are from Mars, Women are from Venus, begitulah John Gray menggambarkan betapa berbedanya karakter laki-laki dan wanita hingga dianalogikan berasal dari dua planet yang berbeda. John Gray adalah seorang konselor pernikahan yang menggabungkan pengetahuannya dalam bidang psikologi, filsafat dan terapi untuk mengembangkan teori dan strategi dalam memahami dan meningkatkan hubungan.
Buku ini membahas tentang perbedaan antara pria dan wanita dalam hal komunikasi, emosi, dan hubungan disertai contoh masalah dan solusinya sehingga membatu para pembaca untuk menentukan sikap yang akan diambil. Buku yang pertama kali terbit pada tahun 1992, namun menurutku masih tetap relevan dijadikan panduan reflektif hingga masa kini.
Selamat membaca ʚ˘◡˘ɞ
Buku ini mengupas tenang perbedaan cara kerja otak laki laki dan perempuan. Jadi, bagus agar lebih bisa memahami pasangan atau saudara beda gender, agar nantinya tidak ada kesalahpahaman lagi. Bagus juga untuk dibaca kaum pria agar bisa memahami, mengerti, merespon wanita dengan baik. Sehingga, kedepannya dapat senantiasa menjaga hubungan tetap harmonis.
Secara personal, saya menerapkan pemahaman dalam buku ini untuk mengamati perilaku perempuan. Begitu pula saya, mencoba memberikan pengaruh kepada orang-orang disekitar untuk membaca buku ini. Meski, ada yang merasa buku ini amat bertele-tele dan berisi omong kosong. Karena ucapan ini datang dari laki-laki yang membutuhkan tips praktikal yang disini cenderung berisi pemahaman secara psikologi.
Barangkali edisi Indonesia, dibuatkan lebih singkat dan praktikal maupun ada komik/visual grafis. Pasti kaum laki-laki menjadi lebih tertarik dalam membawa pulang buku ini.