Revolusi: Indonesia dan Lahirnya Dunia Modern

Revolusi: Indonesia dan Lahirnya Dunia Modern

Author: David Van Reybrouck

Category: Social Sciences

Indonesia, negara terbesar keempat di dunia, menjadi yang pertama menyatakan kemerdekaan setelah Perang Dunia II. Dua hari setelah Jepang menyerah pada Agustus 1945, meletuslah perjuangan yang jauh melampaui sekadar konflik dengan penjajah Belanda. Itu adalah bagian dari sejarah dunia: awal dari gelombang dekolonisasi global. Sepuluh tahun kemudian, Sukarno, presiden pertama republik ini, menggelar Konferensi Asia Afrika di Bandung—kongres internasional pertama tanpa keterlibatan Barat. Peristiwa inilah yang menjadi titik balik dalam politik internasional.

Dalam Revolusi, David Van Reybrouck melepaskan perjuangan kemerdekaan Indonesia di luar kerangka nasional semata, dan memperlihatkan bagaimana anak-anak muda di zaman itu meletakkan fondasi bagi lahirnya dunia baru. Ia mewawancarai saksi-saksi terakhir, yang ditemuinya di panti wreda, desa-desa, hingga pulau-pulau terpencil Indonesia. Demi menangkap dimensi internasionalnya, ia juga menelusuri jejak sejarah ke kota-kota besar di Jepang, desa-desa pegunungan di Nepal, dan pinggiran kota di Belanda.

Dengan gaya penceritaan yang menggugah, Van Reybrouck menghadirkan kembali kehidupan pada masa kolonial, tahun-tahun pendudukan Jepang, hingga perang dekolonisasi. Perkembangan politik besar ia tenun bersama kenangan personal yang getir dari mereka yang pernah mengalaminya. Belum pernah ada kisah perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaan yang disampaikan dengan begitu hidup dan menggetarkan.

No. GM :
625222038
ISBN :
978-602-06-8531-1
Price :
Rp 249,000
Total Pages :
742 pages
Size :
15 x 23 cm
Published :
15 October 2025
Format :
Soft Cover
Category :
Social Sciences
Jadilah yang pertama untuk mereview buku ini
David Van Reybrouck

David Van Reybrouck adalah penulis Congo: The Epic History of a People. Buku ini memenangkan dua puluh penghargaan, terjual lebih dari setengah juta eksemplar, dan telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Karyanya yang lain, Against Elections, telah diterjemahkan ke lebih dari dua puluh bahasa dan memicu percobaan demokrasi partisipatoris di Belanda, Belgia, Spanyol, dan tempat-tempat lain. Naskah lakonnya, Mission dan Para, telah dipentaskan di berbagai penjuru Eropa, dan novelnya, Zinc, memenangkan European Book Prize 2017. Revolusi terbit pertama kali di Belanda, dan segera men-jadi buku terlaris. David Van Reybrouck disebut-sebut sebagai “salah satu intelektual terkemuka di Eropa” (Der Tagesspiegel) dan “salah satu intelektual Eropa paling cemerlang masa kini” (Le Soir). Dia orang Belgia, menulis dalam bahasa Belanda, dan tinggal di Brussels.