Jangan Percaya Nalurimu: Gunakan Data untuk Wujudkan Keinginanmu
Author: Seth Stephens-Davidowitz
Category: Social Sciences
“Stephens-Davidowitz mempertahankan gaya bahasa santai layaknya sedang mengobrol, yang memberi sentuhan ringan pada topik membingungkan ini. Entah mengonfirmasi atau membantah anggapan umum, pembawaannya yang mulus dengan detail kuantitatif menghadirkan ketelitian analisis ke genre self-help.” —Publishers Weekly
“Ada dua cara untuk melihat Big Data: sebagai ancaman untuk intuisi kita atau sumber untuk menguji intuisi kita. Seth Stephens-Davidowitz adalah ahlinya dalam berpikir menggunakan data, dan buku yang memikat ini penuh dengan wawasan yang berguna serta mengejutkan untuk membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik.” —Adam Grant, penulis Think Again, buku laris #1 New York Times, dan pembawa acara podcast TED, WorkLife
Mengambil keputusan besar adalah hal yang sulit. Kita bertanya kepada teman dan keluarga, mencoba memahami saran para “ahli” yang membingungkan di internet atau membaca buku self-help untuk mencari tuntunan. Akhirnya, kita tetap melakukan hal yang dirasa benar, bertaruh dalam aspek-aspek pengembangan diri terpenting—seperti dengan siapa kita sebaiknya menikah, harus tinggal di mana, sampai apa yang membuat kita bahagia—hanya berdasarkan naluri. Namun, bagaimana jika naluri kita salah? Data dapat membuktikannya.
Selama satu dekade terakhir, para ilmuwan telah menggali berbagai himpunan data untuk menemukan jawaban atas teka-teki terbesar dalam kehidupan. Mereka menganalisis data ratusan ribu profil pencari jodoh, ratusan juta catatan pajak penduduk, sampai jutaan data perjalanan karier yang berhasil sukses. Semua terungkap dalam buku ini, dan sebagian besar hasilnya bertolak belakang dengan apa yang lazim di masyarakat.
Dikemas segar, ringan, dan menghibur, Jangan Percaya Nalurimu mendefinisikan ulang cara menghadapi keputusan-keputusan hidup terpenting, memberikan cara mengakali ketidakefisienan hidup, dan menuntun kita membuat keputusan dengan lebih cerdik untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Karena pada akhirnya, data tidak pernah berbohong.