Karl Popper dan Epistemologi Pemecahan Masalah
Author: Alfons Taryadi
Category: Philosophy
Pengetahuan disebut ilmiah karena penjelas-annya kokoh dan tak terbantahkan. Itu yang secara umum dipahami. Akan tetapi, Popper menunjukkan yang sebaliknya. Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang justru bisa dibantah. Bagi Popper, kriteria keilmiahan bukanlah induksi atas fakta-fakta yang dapat diobservasi, melainkan mungkin tidaknya suatu teori diuji dan dibantah atau difalsifikasi.
Oleh karena itu, pengetahuan ilmiah bagi Popper selalu berangkat dari problem: ia adalah jawaban sementara yang harus terus diuji, dikritik, dan bila perlu digantikan. Setiap teori, gagasan, atau tindakan merupakan upaya pemecahan problem tertentu. Sebagai solusi tentatif, teori atau gagasan harus dikritik agar kesalahannya dapat ditemukan. Lewat kritik, akan muncul problem baru yang tak terduga. Pada gilirannya, problem baru itu menuntut pemecahan melalui teori atau gagasan baru. Dengan demikian, pertumbuhan pengetahuan merupakan proses koreksi atas satu teori oleh teori lain dalam usaha pemecahan problem yang tak ada habisnya.
Dengan menggabungkan secara kritis tradisi empirisme dan rasionalisme, epistemologi pemecahan masalah menurut Karl Popper menampilkan ciri-ciri objektif, rasional, kritis, dan pluralistis, tetapi juga realistis sekaligus imajinatif.